Monday , 27 May 2024

Penganiayaan Mendominasi dari Lima Kasus Menonjol di Polres Minsel, Iptu Lesly Ingatkan Warga Bijak Bermedsos

SPIRITKAWANUANEWS–Kasus tindak kriminalitas di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) selang lima bulan berjalan di tahun 2023 didominasi dengan kasus penganiayaan. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Minsel Iptu Lesly Lihawa saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/6).

Disampaikan Iptu Lesly, terdapat beberapa kasus paling menonjol yang sudah ditangani satreskrim, mulai dari kasus pencurian biasa, curanmor, pengancaman, pengeroyokan dan KDRT. “Terakhir ada kasus Penganiayaan yang jumlah kasusnya paling banyak yaitu mencapai 117 kasus. Disamping kasus lainnya, yang disebutkan di atas yang paling menonjol yang kami tangani selang Januari sampai Mei,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Iptu Lesly yang dikenal ramah dan tegas itu membeberkan sudah ada sekira 41 kasus yang sudah masuk ke tahap pelimpahan berkas perkara ke pihak ke kejaksaan atau sudah P21. “Januari ke Mei juga sudah 41 kasus yang P21. Ada satu kasus 338 (pembunuhan) di Bulan Maret kemudian selebihnya aniaya biasa. Lalu untuk kasus pencabulan anak di bawah umur kita sudah P21 delapan kasus,” bebernya.

BACA JUGA  Indeks Kota Toleran, Manado Peringkat Kedua

Menjelang Hari Bhayangkara ke 77 pada 1 Juli mendatang, Kasat Reskrim Iptu Lesly Lihawa mengimbau kepada warga masyarakat Minsel untuk menjaga Kamtibmas. Iptu Lesly juga mengingatkan masyarakat untuk bijak bermedia sosial.

“Selain itu saya mengimbau kepada masyarakat pengguna media sosial supaya lebih bijak lagi. Sehingga tidak terkait dengan persoalan dengan sesuatu yang di share di medsos. Perlu diketahui dan diingat masyarakat bahwa ada undang-undang ITE yang dapat menjerat pengguna medsos yang tidak bijak menggunakan medsos. Karena akhir-akhir ini Polres Minsel sering menerima pengaduan terkait pencemaran nama baik maupun yang berunsur SARA lewat Medsos,” pungkasnya.(rgm)

Grafis Kasus Menonjol di Satreskrim Polres Minsel (Januari – Mei) :

BACA JUGA  Pilhut Minsel 2022 Masuk Tahapan Pembentukan Panitia Desa, 12 Oktober Digelar Serentak

*Curanmor R2 : 16 Kasus
*Pengeroyokan : 18 Kasus
*Pengancaman : 19 Kasus
*Pencurian Biasa : 39 Kasus
*Penganiayaan : 117 Kasus
*KDRT : 18 Kasus

Grafis Kasus yang sudah P21 (Januari – Mei) :

*Januari : 7 kasus
*Februari : 6 Kasus
*Maret : 9 Kasus
*April : 5 Kasus
*Mei : 14 Kasus
Total : 41 Kasus yang sudah P21

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published.