Saturday , 1 October 2022

Tidak Berjalan Sesuai Technical Meeting, Kompetisi Pancing Piala Presiden di Sulut Diduga Dicurangi Oknum Panitia

SPIRITKAWANUANEWS–Dunia olahraga Mancing di Sulut tercoreng dengan adanya dugaan tidak sportif dari oknum panitia penyelenggara Likupang North Sulawesi International Fishing Competition 2022. Hal itu terungkap dari postingan akun medsos Facebook bernama Piertotum Locomotor yang diketahui menjadi salah satu peserta dalam kompetisi mancing yang memperebutkn Piala Presiden itu.

Dalam postingan tersebut, dirinya meyesalkan adanya kecacatan dan dugaan kecurangan yang dilakukan oknum panitia penyelenggara. “Harus nya saya bangga ikut tournament ini, ternyata saya kecewa. Panitia curang,” tulisnya.

Dirinya diketahui mengikuti kompetisi tersebut dengan nama tim Ivory Paris dengan nomor lambung 02. Dia menjelaskan, sesuai technical meeting yang dihadirinya olehnya pada tanggal 14 september 2022 lalu, batas akhir penimbangan ikan disepakati pukul 17:30 WITA. Kemudian pada tanggal 15, penimbangan di pulau biaro sesuai dengan waktu yang ditentukan saat technical meeting yaitu pukul 17:30.

BACA JUGA  Andrei Angouw Hadiri Penandatanganan PKS Pemkot Manado dengan Kejari Manado

“Tanggal 16, kami memasukan ikan ke panitia pada pukul 16:15. Tetapi saya melihat ada kejanggalan bahwa sampai melewati batas waktu yang ditentukan waktu technical meeting, masih ada beberapa team yang masih memasukan ikan ke panitia untuk dilakukan penimbangan. Setelah saya telusuri ternyata banyak peserta tidak mengetahuinya dan saya bersama rekan Suyanto dan Januar Hoey Rahardjo Tenny Richter menanyakan kepada panitia sekalian mau komplain kenapa bisa seperti itu,” tulisnya lagi.

Setelah menanyakan secara baik-baik, dirinya pun terkejut dengan jawaban dari pihak panitia. Panitia dengan enteng mengatakan ada permintaan dari beberapa peserta untuk menambah waktu.

Ket Foto : Ketentuan yang disusun panitia malah yang diabaikan panitia sendiri.

Padahal, tulisnya, akan lebih sah ketika mengikuti apa yang sudah ditentukan di waktu technical meeting. Karena itu dihadiri oleh panitia, dewan juri dan peserta yang melakukan kesepakatan bersama dimana batas waktu kembali ke 17:30 WITA. “Kagetnya saya apa jawaban dari panitia yang sangat kasar. Ternyata saya baru tau kalau panitia bebas mengatur dan merubah apa yang sudah menjadi keputusan bersama dalam technical meeting. Kesimpulan saya, panitia hanya mementingkan permintaan beberapa team untuk menambah batas waktu penimbangan ikan, tanpa ada persetujuan dari keseluruhan peserta dan mengabaikan hasil kesepakatan dalam technical meeting yang notabene menjadi dasar pelaksanaan kompetisi,” tukasnya.

BACA JUGA  Pemuda Singkil Diciduk Satnarkoba, Simpan 501 Pil Koplo di Kotak Jam

Diapun menduga ada kong kalikong antara panitia dan beberapa team peserta yang meminta penambahan waktu sehingga bisa merubah peraturan secara sepihak. Dia juga menduga adanya kolaborasi antara panitia dan peserta dalam upaya membantu menjuarai salah satu team pancing favorit panitia.

Semua bukti kasarnya panitia menanggapi protes dari peserta dilampirkan akun FB Piertotum Locomotor dalam bentuk video. Dalam video tersebut juga terlihat adanya oknum panitia yang memegang mik mengeluarkan kata-kata kasar serta hendak melakukan kekerasan fisik kepada peserta yang melakukan komplain sebelum akhirnya direlai. Bahkan oknum panitia tersebut diduga sudah mengkonsumsi minuman keras. Hal itu diketahui oleh beberapa orang yang melerai dan terungkap dalam video tersebut.

BACA JUGA  Belajar Daring, Kepsek Helmy Koagouw Terus Motivasi Murid untuk Giat Belajar
Ket Foto : Oknum panitia yang mulai arogan. Diduga mengkonsumsi minuman keras.

Dari dugaan kecurangan panitia pelaksana kompetisi mancing tersebut turut mencoreng nilai-nilai sportivitas dalam olahraga mancing di Kota Manado. Terlebih salah satu oknum panitia berinsial (VU) diduga turut mengkonsumsi minuman keras sehingga mencoreng nilai-nilai positif dari turnamen mancing kelas internasional tersebut.

Ket Foto : Oknum panitia yang mulai arogan. Diduga mengkonsumsi minuman keras.

Apalagi saat ini Kota Manado sementara memerangi potensi potensi kriminal yang disebabkan oleh mengkonsumsi minuman keras, ternyata even yang besar untuk mendatangkan tamu dari luar daerah malah tercemari oleh oknum panitia yang mengkonsumsi minuman keras dan cukup berpotensi menimbulkan tindak kriminal dan membuat buruk citra Kota Manado yang lagi berbenah untuk menjadi pintu gerbang pasifik.(***)

 430 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.