Saturday , 1 October 2022

Netizen Dan Pakar Hukum Tata Negara Geram Terkait Pernyataan Dari Benny Mamoto dalam Kasus Brigadir J

SPIRITKAWANUA – Pakar hukum tata negara Refly Harun menyayangkan sikap Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto yang terkesan hanya menjadi juru bicara Kapolri ketimbang menjalankan tugas utamanya sebagai pengawas kinerja Polri.

Hal ini terkait dengan pernyataan Benny Mamoto terkait kasus meninggalnya Brigadir J.

“Harusnya dia sebagai anggota Kompolnas tidak jadi jubir kepolisian, tapi mengkritisi apakah polisi sudah bekerja dengan baik atau tidak,” kata Refly, Senin (8/8/2022).

Refly menegaskan, Kompolnas bekerja untuk memberikan masukan kepada pemerintah agar kinerja kepolisian profesional.

“Kompolnas itu jadi mata dan hatinya presiden, bukan malah jadi jubirnya polisi, jadi salah kaprah Benny Mamoto ya,” tambahnya.

Pernyataan awal Benny Mamoto dalam kasus kematian Brigadir J itu terkesan lebih berat sebelah.

BACA JUGA  Bahas Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, BMKG Bertemu Walikota Manado

“Saya inget pernyataan Benny, katanya tidak ada janggal aneh, dia terlalu dekat antara pengawas yang diawasi, yang terjadi: Benny terkesan bukannya menjadi pengawas tapi sebagai jubir kepolisian, sekaligus jubir kasus ini, malah banyak pernyataannya sudah dibantah itu keliru. Orang sudah curiga dari awal, memang aneh sense of logic-nya dia,” kritiknya.

Melalui kanal Youtube miliknya, Refly pun menggelar polling dengan pertanyaan: “Apakah Anda Setuju Benny Mamoto Diberhentikan sebagai Anggota Kompolnas?” dan jawabannya:

Sangat setuju: 90 persen

Setuju: 8 persen

Tidak setuju: 2 persen

Itu total dari 530 voters,” katanya lagi.

Sebelumnya, warganet tengah ramai memperbincangkan ucapan Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto, yang mengatakan tidak ada yang aneh dengan meninggalnya Brigadir J.

BACA JUGA  Berlangsung Khusyuk, Hari Bhayangkara ke-76 Polresta Manado Makin Presisi

Misalnya, Benny mengatakan bahwa Bharada E adalah juara menembak sehingga bidikannya tepat. Namun, baru-baru ini pernyataan tersebut dibantah oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan pengacara Bharada E.

“Bharada E tidak jago menembak. Baru latihan menembak pada Maret 2022,” kata Wakil Ketua Edwin Partogi Pasaribu.

Hal ini membuat netizen geram. Netizen umumnya menuduh Benny Mamoto tidak profesional dalam menjalankan tugasnya di Kompolnas.

Jod.Ke

 168 total views,  1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.