Manado, Spiritkawanuanews || Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak – DP3A Kota Manado terus berkomitmen memperkuat perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak. Hal ini ditegaskan Kadis DP3A Kota Manado Ir. Meisje H.N. Wollah, M.Si saat ditemui di Kantor DP3A, Selasa 18 Agustus 2026.
Menurut Kadis Meisje, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan bersama. Karena itu DP3A tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi kuat antara Pemerintah Kota Manado, aparat penegak hukum, lembaga masyarakat, sekolah, hingga keluarga.
“Penanganan kasus tidak cukup hanya setelah terjadi. Yang paling penting adalah bagaimana kita mencegah dan memastikan korban mendapatkan pemulihan menyeluruh. Ini butuh kerja kolektif kita semua,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap visi dan misi Wali Kota Manado Bpk. Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Bpk. Richard Sualang, DP3A Kota Manado menjalankan 3 pilar strategis:
1. Pendampingan Hukum dan Psikologis Komprehensif
DP3A memastikan setiap korban kekerasan mendapatkan haknya. Mulai dari rujukan layanan kesehatan, pendampingan psikologis, hingga pengawalan saat proses hukum di kepolisian dan pengadilan. Tim P2TP2A Kota Manado siaga memberikan layanan 24 jam.
2. Edukasi dan Pencegahan Masif
Langkah pencegahan terus digencarkan melalui sosialisasi ke sekolah, kelurahan, gereja, dan komunitas. Materi yang disampaikan meliputi hak anak, bahaya pernikahan dini, pencegahan bullying, dan UU TPKS. Tujuannya agar masyarakat lebih paham dan berani bersuara.
3. Penguatan Layanan Pengaduan yang Mudah Diakses
Masyarakat diimbau tidak ragu melapor jika melihat atau mengalami tindak kekerasan. DP3A membuka kanal pengaduan agar setiap laporan bisa ditindaklanjuti cepat dan korban segera mendapat perlindungan.
Kadis Meisje juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah anak. “Anak-anak adalah masa depan Manado. Mereka berhak tumbuh aman, sehat, dan mendapatkan pendidikan tanpa rasa takut,” ujarnya.
DP3A Kota Manado berharap, dengan dukungan semua pihak, Kota Manado dapat menjadi kota yang aman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta diskriminasi.
“Mari torang jaga bersama. Karena melindungi perempuan dan anak berarti melindungi masa depan Kota Manado,” tutup Kadis Meisje.
(MP)
Spirit Kawanua News Portal Berita Terbaik di Sulawesi Utara Yang Menyajikan Beragam Berita Teraktual, Terpercaya dan Terbaru.



