Manado, Spiritkawanuanews || Penanganan stunting di Puskesmas Bahu, Kecamatan Malalayang, menunjukkan hasil positif. Dari 10 kasus sebelumnya, kini tercatat tersisa 7 balita _stunting_ di wilayah kerja puskesmas tersebut.
Kepala Puskesmas Bahu, dr. Stanly Rawung, http://M.Kes., mengatakan penurunan ini berkat pelayanan yang optimal dan sesuai prosedur. “Penanganan _stunting_ di Puskesmas Bahu dilayani dengan baik serta sesuai prosedur sehingga tertangani. Saat ini dari 10 kasus kini tinggal 7 pasien,” ujarnya saat ditemui, Selasa (15/04/26).
Puskesmas Bahu yang beralamat di Jl. Pulau Bunaken No. 50, Bahu, menerapkan layanan terintegrasi. Penanganan tidak hanya fokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga menelusuri riwayat penyakit penyerta. Sebab, _stunting_ tidak selalu karena kurang gizi, tapi juga dipicu infeksi kronis atau berulang seperti diare, Tuberkulosis (TB), dan ISPA yang mengganggu penyerapan nutrisi.
Sebagai intervensi, Puskesmas Bahu menjalankan program pemenuhan gizi balita selama 56 hari dan untuk ibu hamil selama 120 hari. Pemantauan dilakukan rutin oleh tenaga medis lewat Posyandu dan kunjungan rumah.
Puskesmas ini juga menyediakan fasilitas dasar seperti poli umum, poli gigi, dan layanan farmasi dengan fokus pada standar pelayanan, kecepatan, dan kepuasan pasien. Selain balita, layanan preventif dan kuratif juga menyasar anak sekolah hingga lansia.
Dengan penanganan maksimal tersebut, Puskesmas Bahu optimistis mendukung program Pemerintah Kota Manado dalam percepatan penurunan stunting. (MP)
Spirit Kawanua News Portal Berita Terbaik di Sulawesi Utara Yang Menyajikan Beragam Berita Teraktual, Terpercaya dan Terbaru.