Manado, Spiritkawanuanews || Penanganan _stunting_ di Kota Manado tidak lagi sebatas pemberian makanan tambahan. Puskesmas Tuminting kini menerapkan layanan terintegrasi untuk menekan angka _stunting_ dari hulu ke hilir, menyasar langsung akar masalah pada tiap balita.
Kepala Puskesmas Tuminting menegaskan, _stunting_ bukan hanya soal kurang gizi. Infeksi berulang seperti diare, Tuberkulosis (TB), dan ISPA juga jadi penyebab utama karena mengganggu penyerapan nutrisi dan mengalihkan energi tubuh untuk melawan penyakit, bukan untuk tumbuh.
“Karena itu penanganan kami komprehensif. Kami telusuri riwayat penyakit anak, edukasi keluarga, dan pantau langsung ke rumah. Tidak berhenti di pemberian PMT,” ujarnya, Selasa (15/04/26).
Berlokasi di Jl. Santiago No. 52, Kelurahan Tuminting, puskesmas ini menjalankan sistem “satu pintu”. Bidan desa, ahli gizi, dokter, dan kader Posyandu terhubung dalam satu alur kerja. Balita risiko _stunting_ diinput ke aplikasi agar intervensi tepat sasaran.
Rangkaian program yang berjalan meliputi kelas ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang di Posyandu, pemberian Vitamin A dan obat cacing, hingga rujukan cepat bila ditemukan penyakit penyerta. Untuk kasus dengan riwayat TB atau diare berulang, tim medis langsung turun tangan sambil mengedukasi keluarga soal sanitasi dan pola asuh.
Langkah Puskesmas Tuminting ini selaras dengan program percepatan penurunan _stunting_ Pemkot Manado. Dengan sistem yang berjalan, pihaknya optimistis prevalensi _stunting_ di Kecamatan Tuminting terus turun.
Puskesmas Tuminting buka Senin–Jumat pukul 08:00–14:30 WITA. Selain program stunting, puskesmas juga melayani pemeriksaan kehamilan, persalinan, imunisasi, dan pengobatan umum. (MP)
Spirit Kawanua News Portal Berita Terbaik di Sulawesi Utara Yang Menyajikan Beragam Berita Teraktual, Terpercaya dan Terbaru.